Sarung Tangan Non Steril

Sarung tangan non steril merupakan sarung tangan yang digunakan untuk pemeriksaan. Sarung tangan non steril ini biasanya digunakan untuk sekali pakai. Artinya sarung tangan tersebut setelah digunakan langsung dibuang. Sarung tangan digunakan oleh para petugas kesehatan sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kontaminasi atau infeksi silang dari petugas kesehatan pada pasien atau pun sebaliknya dari pasien pada petugas kesehatan. Dengan kata lain sarung tangan digunakan sebagai alat perlindungan diri. Alat perlindungan diri ini sangat efektif mencegah terjadinya penularan penyakit atau bakteri melalui tangan.


sarung tangan non steril
Sarung tangan non steril suntouch


Sarung Tangan Non Steril Sebagai Alat Pelindung Diri

Tiga hal penting yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh petugas agar tidak terjadi transmisi mikroba patogen ke penderita saat mengerjakan prosedur dan tindakan medis serta perawatan, yaitu : · Petugas diharapkan selalu berada dalam kondisi sehat, dalam arti kata bebas dari kemungkinan “menularkan” penyakit; · Setiap akan mengerjakan prosedur dan tindakan medis serta perawatan, petugas harus membiasakan diri untuk mencuci tangan serta tindakan higiene lainnya. · Menggunakan/memakai perlengkapan pelindung diri sesuai kebutuhan dengan cara yang tepat.

Pemakaian alat pelindung diri dibagi atas:
1. Sisi pekerja tidak mau memakai dengan alasan :
  • Tidak sadar/ tidak dimengerti. 
  • Panas 
  • Sesak 
  • Tidak enak dipakai dan tidak enak dipandang 
  • Berat 
  • Mengganggu pekerjaan 
  • Tidak sesuai dengan bahan yang ada 
  • Tidak ada sanksi jika tidak menggunakannya 
  • Atasan juga tidak memakai.

2. Sisi instansi
  • Ketidakmengertian dari instansi tentang alat pelindung diri yang sesuai dengan jenis resiko yang ada. 
  • Sikap dari instansi yang mengabaikan alat pelindung diri. 
  • Dianggap sia-sia (karena pekerja tidak mau memakai). 
  • Pengadaan alat pelindung diri yang asal beli. 

Salah satu alat pelindung diri untuk mencegah infeksi nosokomial yang sering digunakan ialah sarung tangan non steril. Sebenarnya indeksi nosokomial tidak hanya dilakukan dengan menggunakan sarung tangan saja. Infeksi nosokomial dapat dicegah dengan mencuci tangan, memakai masker, memakai celemek, dan lain sebagainya.

Sarung tangan merupakan salah satu alat pelindung tubuh yang digunakan untuk melindungi kulit dan selaput lendir petugas dari resiko pajanan darah, semua jenis cairan tubuh, sekret, kulit yang tidak utuh dan selaput lendir pasien. Apabila sarung tangan menyentuh darah, cairan tubuh, sekresi, ekskresi, dan benda-benda yang terkontaminasi hendaknya perawat atau petugas kesehatan segera melepaskan sarung tangan dengan cepat setelah digunakan, sebelum menyentuh benda-benda yang tidak terkontaminasi dan permukaan lingkungan, dan sebelum ke pasien lainnya. Cuci tangan dengan segera bertujuan untuk menghindari pemindahan mikroorganisme ke pasien atau lingkungan lain.

Cara Pemakaian Sarung Tangan Non Steril

Pemakaian sarung tangan non steril akan dijelaskan sebagai berikut :
  • Sarung tangan harus dipakai apabila ada kemungkinan terjadi kontak dengan darah, cairan tubuh lapisan mukosa atau kulit pasien yang luka, dan juga untuk memegang benda-benda atau permukaan yang terkontaminasi dengan darah atau cairan tubuh, 
  • Sarung tangan juga harus dipakai bila seorang tenaga medis memiliki luka terbuka pada tangannya. 
  • Sarung tangan harus diganti bila merawat pasien berbeda bila bersentuhan dengan ekskresi atau sekresi pasien (walaupun menyentuh pasien yang sama). 
  • Tangan harus segera dicuci setelah sarung tangan dilepas karena sarung tangan bukan pengganti cuci tangan. Pastikan kita mengambil sarung tangan yang pertama akan digunakan dari dalam sarung tangan. Sedangkan sarung tangan yang satunya lagi dapat diambil dari luar sarung tangan dengan menggunakan tangan yang sudah menggunakan sarung tangan. 



Oleh : Bidan Rina
Sumber :
  • jualsarungtangan.com




Terima kasih untuk Like/comment FB :