Sarung Tangan Dokter

Sarung tangan dokter khusus dibuat untuk tujuan kepentingan medis. Sarung tangan dokter digunakan dalam prakter sehari-hari, baik di Puskesmas, Klinik Pribadi, maupun Rumah Sakit. Sarung tangan untuk dokter wajib tersedia di fasilitas-fasilitas tersebut karena fungsinya yang sangat vital karena digunakan pada saat pemeriksaan dan tindakan medis. Sama seperti profesi lainnya, sarung tangan dokter menjadi sebuah Alat Pelindung Diri (APD) untuk melindungi diri saat kerja. Bagi seorang dokter, sarung tangan digunakan untuk melindungi diri dari penularan penyakit yang berasal dari pasien dan sebaliknya. Bakteri, virus, parasit, jamur, dapat menular melalui cairan tubuh pasien (ingus, darah, feses, urin, dll) terutama saat ada luka di tubuh pemeriksa sehingga perlu sarung tangan dokter untuk mencegahnya.


Sarung Tangan Dokter
sarung tangan suntouch


Sarung Tangan Dokter Bahan Karet/Lateks

Sarung tangan untuk dokter dengan bahan karet atau lateks umum digunakan di praktek sehari-hari. Sarung tangan dokter berbahan karet sangat lentur dan mengikuti bentuk tangan sehingga nyaman dipakai. Ada beberapa orang yang alergi terhadap karet, tetapi jumlahnya tidak banyak dan reaksi yang tersering adalah gatal-gatal. Sarung tangan dokter bahan karet ada yang steril dan ada yang non-steril. Dimanakah letak perbedaannya?

1. Sarung Tangan Karet Steril 
Sarung tangan ini dikemas per pasang dan di bungkusnya biasanya tertera tulisan ‘surgical gloves’. Hal tersebut sesuai dengan fungsi sarung tangan ini yang umumnya digunakan saat operasi. Saat operasi, tubuh pasien akan dibuka dan apabila terpapar mikroorganisme patogen, maka mikroorganisme tersebut bisa langsung masuk ke dalam darah dan menyebabkan infeksi atau bahkan menyebar di dalam tubuh pasien. Sarung tangan jenis ini sudah disterilkan saat proses pembuatannya dan dijamin bebas mikroorganisme berbahaya. Sarung tangan dokter steril sudah dibentuk sesuai dengan tangan kiri dan kanan. Dalam satu box, biasanya ada 50 bungkus (pasang) sarung tangan steril. Merk sarung tangan karet steril yang terkenal yaitu EWG.

2. Sarung Tangan Karet Non-Steril 
Sarung tangan untuk dokter non-steril dikemas dalam kotak dan masing-masing kotak berisi 50 pasang (100 buah). Sarung tangan non-steril biasa digunakan untuk pemeriksaan fisik dan lebih bertujuan untuk melindungi pemeriksa (dokter). Sarung tangan non-steril bersifat ambidextrous atau dapat digunakan baik di tangan kiri atau kanan karena bentuknya sama. Sarung tangan dokter non-steril ada yang berisi bedak dan ada yang tidak. Memakai sarung tangan yang berbedak tentu lebih mudah. Merk sarung tangan karet non-steril yang terkenal yaitu Sensigloves, Maxter, Fortune, dan Suntouch.


Sarung Tangan untuk Dokter Bahan Nitril

Bahan nitril juga umum digunakan dan dibuat dengan bermacam-macam warna. Berbeda dengan karet, nitril adalah bahan kimia sintetis. Karena sifatnya tersebut, bahan ini termasuk non-biodegradable sehingga tidak ramah lingkungan. Bahan ini juga kurang lentur dibanding karet tetapi tidak menimbulkan reaksi alergi pada penggunanya. Jenis nitril yang digunakan untuk pembuatan sarung tangan dokter adalah nitril karet butadiena. Kelebihan sarung tangan dokter bahan nitril adalah kekuatannya yang lebih dibanding sarung tangan karet. Sarung tangan dokter nitril lebih tahan terhadap benda tajam dan tidak mudah robek. Harga sarung tangan nitril cenderung lebih mahal dibanding lateks tetapi tidak terpaut jauh. Sarung tangan dokter nitril cenderung lebih tipis dibanding sarung tangan nitril yang digunakan di industri pengolahan makanan dan bahan-bahan kimia.

Sama seperti sarung tangan bahan karet, sarung tangan nitril juga tersedia dalam kemasan steril maupun non-steril. Sarung tangan non-steril dikemas dalam bentuk kotak yang berisi 50 pasang (100 buah) atau 100 pasang (200 buah). Contoh merk sarung tangan nitril non-steril yang banyak beredar adalah SemperCare dan Suntouch.






Oleh : Dokter Rifa
Sumber :

  • kesimpulan.com
  • nuruszahro.blogspot.co.id
  • rejekisitumorang.blogspot.co.id




Terima kasih untuk Like/comment FB :