Sarung Tangan Bedah

Sarung tangan bedah biasanya digunakan pada saat tindakan pembedahan atau operatif. Selain terdapat sarung tangan bedah ada juga sarung tangan pemeriksaan. Penggunaan sarung tangan pemeriksaan merupakan bagian dari standar tindakan pencegahan untuk mencegah petugas medis dari transmisi agen infeksi antara pasien. Sarung tangan juga melindungi petugas dari agen infeksi yang berasal dari pasien. perlindungan yang memadai, bagaimanapun, tergantung pada sarung tangan utuh. Maka dari itu pemilihan sarung tangan utamanya sarung tangan bedah untuk melakukan tindakan pembedahan sangatlah penting dilakukan untuk mencegah kejadian atau hal yang tidak diinginkan seperti infeksi silang akibat penggunaan sarung tangan yang salah.

Sarung tangan harus digunakan untuk melindungi dari kontak dengan darah, selaput lendir, luka, sekresi, dan cairan tubuh dari semua pasien. Efek pencegahan tergantung pada integritas dari sarung tangan. Namun, sarung tangan mungkin mengalami perforasi tanpa diketahui atau mungkin merobek saat digunakan sehingga tangan dapat terkontaminasi. Dari sutau penelitian menunjukkan bahwa 5 sampai 10% dari tangan petugas kesehatan yang terkontaminasi setelah melepas sarung tangan. Hal ini menunjukkan bahwa perforasi mikro okultisme dalam sarung tangan dapat memainkan peran penting untuk terjadinya cross-transmisi patogen atau infeksi silang jika tangan tidak benar-benar didesinfeksi sebelumnya. Mikroorganisme yang sebenarnya masih dapat menembus perforasi mikro di bawah kondisi pekerjaan yang menekankan kebutuhan untuk sarung tangan utuh untuk menjadi penghalang. Fenomena ini menjadi perhatian khusus pada tindakan pembedahan terutama yang dilakukan di kamar operasi.


Sarung Tangan Bedah
sarung tangan EWG


Perforasi sarung tangan bedah dapat meningkat dengan durasi memakai sarung tangan. Semakin lama sarung tangan bedah tersebut digunakan maka akan semakin besar terjadinya perforasi pada sarung tangan tersebut. Durasi penggunaan sarung tangan bedah sebenarnya bergantung pada lama dari tindakan pembedahan tersebut dilakukan. Sehingga semakin lama tindakan dari pembedahan dilakukan maka akan semakin besar kemungkinan sarung tangan mengalami kebocoran.


Antisipasi Sarung Tangan Bedah Agar Tidak Bocor

Untuk mengantisipasi sarung tangan bedah agar tidak bocor sebaiknya sebelum melakukan tindakan pembedahan pastikan kita telah memilih sarung tangan untuk bedah dengan kualitas terbaik. Selain itu sediakan beberapa pasang sarung tangan untuk bedah di dalam kamar operasi bila melakukan tindakan pembedahan di kamar operasi. Tindakan pemebdahan tentu saja tidak memakan waktu yang sedikit. Bahkan tindakan pembedahan dapat memakan waktu hingga berjam-jam. Maka dari itu sangatlah penting untuk menyediakan beberapa sarung tangan untuk bedah.

Sarung tangan untuk bedah yang digunakan juga harus bersifat steril. Kita dapat memilih sarung tangan untuk bedah yang sudah dalam keadaan steril (dari produsen sarung tangaannya sudah disterilkan) atau terlebih dahulu sarung tangan di sterilkan. Namun paling banyak para petugas kesehatan biasanya menyeterilkan sarung tangan tersebut sebelum digunakan untuk tindakan pembedahan. Terlebih lagi bila tindakan pembedahan tersebut sering dilakukan sehingga memungkinkan untuk membutuhkan sarung tangan untuk bedah yang steril dalam jumlah yang banyak.

Sarung tangan untuk bedah yang sudah di sterilkan dari produsennya biasanya dijual dengan harga yang cukup mahal. Sarung tangan ini dijual dalam kemasan per bungkus. Setiap bungkusnya berisikan satu pasang sarung tangan steril. Biasanya untuk satu pasang sarung tangan steril di jual dengan harga Rp 5.000,-.

Kalaupun kita memilih sarung tangan untuk bedah yang akan di sterilkan terlebih dahulu, pastikan kita memilih sarung tangan dengan kualitas yang terbaik. Misalnya sarung tangan dengan ketebalan tertentu sehingga dapat membuat sarung tangan tersebut tidak mudah robek pada saat digunakan tindakan pembedahan.






Oleh : Bidan Rina
Sumber :

  • ncbi.nlm.nih.gov




Terima kasih untuk Like/comment FB :